Sosok Anton Apriyantono : Dosen, Peneliti, Menteri Berprestasi

pks-kotatangerang.org - Dosen dan Peneliti. Setelah merampungkan sarjananya di IPB, dengan biaya sendiri Anton kembali melanjutkan ke jenjang S2 Ilmu Pangan di kampus yang sama. Saat itu, ia juga telah resmi menjadi dosen di IPB. Kecerdasan otaknya juga membawa Anton memutuskan untuk mengambil jenjang S3 Kimia Pangan di Universitas Reading, Inggris dengan berbekal beasiswa yang diperolehnya. Beasiswa tersebut ternyata hanya berlaku untuk 3 tahun pendidikan. Sedangkan kala itu, selama 3 tahun berada di Inggris, kuliahnya belumlah selesai. Alhasil, setelah 3 tahun dibiayai oleh beasiswa, Anton pun menghadapi kesulitan kembali. “Saya bingung harus bagaimana,” ujarnya sembari tersenyum mengenang masa-masa tersebut.

Meski tinggal di asrama, Anton tetaplah harus membayar segala macam biaya. Akibatnya, Anton terpaksa harus menumpang di tempat tinggal salah satu rekannya selama 3 bulan terakhir di masa pendidikannya di sana. Padahal sebelumnya, kamar asramanya kerap ditumpangi oleh teman-teman mahasiswa lainnya yang juga kehabisan biaya untuk melanjutkan pendidikannya di negeri Ratu Elizabeth tersebut. Sedangkan untuk biaya hidup di Inggris, Anton mengambil pekerjaan sampingan sebagai tenaga pengajar di sekolah Indonesia yang ada di Inggris. “Waktu itu saya digaji 50 poundsterling per hari,” aku Anton yang selalu meluangkan waktu sebulan sekali untuk memancing di laut ini.

Dengan penghasilannya tersebut, Anton berhasil meraih gelar S3 meski dengan segala macam kesulitan yang dihadapinya. Kejadian yang terjadi pada tahun 1992 itu memang dianggap sebagai salah satu kesulitan atau cobaan yang kerap hinggap dalam hidupnya. “Tapi saya tak pernah menganggap berbagai kesulitan sebagai kesulitan yang susah untuk dihadapi,” tutur Anton.

Anton sendiri mengaku adanya ketidaksengajaan saat ia akan diangkat sebagai seorang menteri. Tak diduga, sosoknya ternyata diminati oleh salah satu partai untuk dicalonkan sebagai salah seorang pembantu presiden. Terlebih lagi latar belakangnya yang sangat mumpuni di bidang pertanian. Meski kala itu presiden terpilih, SBY memanggilnya ke Cikeas sebagai pertanda akan diangkat sebagai menteri, Anton tetap tidak merasa optimis namanya akan dicantumkan dalam daftar menteri Kabinet Indonesia Bersatu. Namun, setelah namanya dipastikan sebagai salah satu menteri yang mengisi pos Departemen Pertanian, Anton menganggapnya sebagai sebuah amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik mungkin.

Sejak kanak-kanak, Anton sama sekali tidak memiliki keinginan untuk menjadi seorang menteri. Ada profesi lainnya yang justru sangat diidamkan Anton kecil. “Saya ingin menjadi pengajar atau peneliti yang dikenal di tingkat dunia,” ungkap Anton yang murah senyum ini. Bahkan ia juga memiliki obsesi menjadi seorang ilmuwan yang dapat dikenal di dunia atas karya penemuannya. Dalam rentang waktu perjalanan hidup Anton, menjadi seorang pengajar memang sudah tercapai. Iasempat menjadi seorang dosen di bekas kampusnya, Institut Pertanian Bogor (IPB). Saat menjadi dosen itulah keinginan untuk menjadi peneliti handal semakin menggebu-gebu.

Selanjutnya...

Jalani Dua Peran

 

 

 

author
One Response
  1. Sosok Keluarga Sederhana Anton Apriyantono | PKS Kota Tangerang5 years ago

    […] Sosok Anton Apriyantono : Dosen, Peneliti, Menteri Berprestasi […]

    Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.